Vaksin HPV

Vaksin human papilloma virus (HPV) digunakan untuk mencegah infeksi oleh human papillomavirus, yang merupakan penyebab kanker mulut rahim (serviks), kutil kelamin, kanker anus, dan kanker pada alat kelamin.


Ada dua jenis vaksin HPV yang saat ini tersedia di pasaran:



  1. Gardasil (Merck Sharp & Dohme), melindungi terhadap empat tipe HPV, yaitu HPV-16, HPV-18, HPV-6 dan HPV-11. Gardasil sudah mendapat sertifikat Halal dari IFANCA Amerika Serikat (lembaga muslim di AS yang berwenang mengeluarkan sertifikat halal).

  2. Cervarix (Glaxo Smith Kline), melindungi terhadap dua tipe HPV, yaitu HPV-16 dan HPV-18.


Kedua vaksin tersebut adalah vaksin pencegahan, dan bukan untuk mengobati infeksi HPV atau kanker serviks.


Bagaimana cara pemberian vaksin HPV?


Vaksin HPV disuntikkan secara intramuskular (di bawah otot), biasanya di lengan bagian atas. Jadwal penyuntikannya adalah pada bulan ke-0, ke-2, dan ke-6. Pasien harus menyelesaikan ketiga jadwal suntik tersebut untuk mendapatkan perlindungan yang maksimal. Ada alternatif bagi pasien yang merencanakan kehamilan, atau akan bepergian ke luar negeri, yaitu menjadi bulan ke-0, ke-1 dan ke-4.


Siapa saja yang boleh menerima vaksin HPV?


Vaksin akan lebih efektif diberikan sejak remaja atau usia muda, di mana kemungkinan terpapar virus HPV lebih kecil. Namun, penelitian terbaru menyatakan bahwa vaksin Gardasil efektif untuk mencegah kanker serviks bagi wanita sampai dengan usia 55 tahun. Oleh karena itu, saat ini vaksin Gardasil direkomendasikan bagi wanita berusia 9-55 tahun dan bagi pria berusia 9-26 tahun.


Apakah ada yang tidak boleh menerima vaksin HPV?



  • Pasien dengan riwayat alergi terhadap ragi/jamur, karena ragi digunakan dalam proses produksi vaksin.

  • Pasien dalam kondisi sakit akut atau demam tinggi. Vaksin sebaiknya ditunda sampai kondisi pasien membaik. Ini dikarenakan kerja vaksin terkait dengan kekebalan tubuh pasien.

  • Wanita hamil juga sebaiknya tidak menerima vaksin HPV, karena data keamanannya masih terbatas.


Jika sudah menerima vaksinasi HPV, apakah pemeriksaan Pap smear masih diperlukan?


Vaksin HPV hanya melindungi terhadap beberapa tipe HPV yang memiliki risiko tinggi. Oleh karena itu, ahli medis tetap merekomendasikan wanita untuk rutin melakukan pemeriksaan Pap smear untuk tindakan deteksi dini, walaupun sudah divaksinasi.


Apakah ada efek samping dari vaksin HPV?


Vaksin HPV aman dan dapat ditoleransi dengan baik. Efek samping yang terjadi umumnya ringan, dan akan membaik dalam beberapa hari setelah divaksin, seperti rasa nyeri dan kemerahan pada bagian tubuh yang disuntik, sakit kepala, mual, demam, dan pusing. Apabila gejala yang Anda alami terasa mengganggu dan tidak membaik, dianjurkan untuk berkonsultasi dengan Dokter.


 


Salam Sehat,


Team Apotek Simas Sehat

  1. Download File :
  2. Vaksin HPV

fb-share-button twt-share-button

Keranjangku
Belum Ada Data
Syarat dan Ketentuan :
  1. Pembelian produk minimal Rp50.000,- berlaku untuk pembayaran dengan menggunakan kartu debet dan kredit.
  2. Untuk pembayaran di tempat, tidak ada batasan minimal pembelian.
  3. Harga yang tercantum dapat berubah sewaktu-waktu.
  4. Produk yang telah dibeli tidak dapat dikembalikan
Layanan Apotek
Kegiatan bersama Apotek
Layanan Pelanggan