Obat Inovator dan Obat Generik

Pesatnya kemajuan industri farmasi menyebabkan semakin banyak merek dagang obat yang beredar di pasaran. Namun, ada beberapa istilah yang sering menimbulkan persepsi yang keliru, baik bagi masyarakat awam maupun tenaga medis, yaitu mengenai obat paten, obat generik, dan obat bermerek.


Obat secara internasional terbagi menjadi dua, yaitu obat inovator/originator dan obat generik.



  1. Obat inovator/originator adalah obat dengan zat kimia baru yang ditemukan berdasarkan penelitian, dan memiliki masa paten dalam jangka waktu tertentu. Obat inilah yang sering disebut dengan obat paten. Selama masa paten obat masih berlaku, obat tersebut tidak dapat ditiru, dan hanya dapat diproduksi dan dipasarkan oleh perusahaan farmasi yang menemukannya. Di Indonesia, masa berlaku paten adalah 20 tahun. Obat ini umumnya dijual dengan harga mahal, karena perusahaan farmasi menghabiskan dana yang sangat besar untuk melakukan penelitian dan pemasaran produk. Contoh: Norvask (komposisinya Amlodipine, dari perusahaan farmasi Pfizer).

  2. Obat generik adalah obat yang memiliki zat aktif yang sama persis atau meniru/meng-copy obat inovator, yang diproduksi setelah obat inovator habis masa patennya. Di Indonesia, obat generik dibedakan lagi menjadi dua jenis yaitu:



  • Obat generik berlogo, yaitu obat yang langsung menggunakan nama generik obat sebagai nama dagangnya, dengan tambahan logo produsennya. Misalnya, Amlodipine tetap dijual dengan nama Amlodipine, yang membedakan hanyalah logo produsen yang tercantum di kemasan. Obat ini yang umum disebut masyarakat sebagai obat generik.

  • Obat generik bermerek (branded generic), yaitu obat generik yang diberi merek dagang oleh perusahaan farmasi yang memproduksinya. Obat ini yang umum disebut masyarakat sebagai obat bermerek. Contoh: Divask (dari perusahaan farmasi Kalbe Farma), Tensivask (dari perusahaan farmasi Dexa Medica). Kedua obat tersebut sama-sama mengandung Amlodipine.


Obat generik berlogo versus obat generik bermerek:



  • Persamaan: Dari segi kandungan zat aktifnya, keduanya sama-sama meniru zat aktif dari obat inovator yang telah habis masa patennya. Keduanya juga hanya dapat diproduksi oleh perusahaan farmasi yang telah memiliki sertifikat Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB) dari pemerintah.

  • Perbedaan: Terletak pada nama dagang dan harganya. Obat generik berlogo diproduksi dalam skala besar, harganya telah ditetapkan/diatur oleh pemerintah, dan biaya promosinya minimal. Sedangkan obat generik bermerek ditentukan harganya oleh produsen, kemasannya dibuat semenarik mungkin, dan disertai promosi besar-besaran, sehingga harganya menjadi jauh lebih mahal dibandingkan obat generik berlogo.

  • Obat generik berlogo adalah program pemerintah untuk memenuhi kebutuhan masyarakat akan obat. Perusahaan farmasi yang memproduksinya harus memiliki sertifikat CPOB. Selain itu, salah satu parameter untuk menjamin kualitas obat yaitu data bioavailabilitas/bioekivalensi (biasanya disebut dengan uji BA/BE). Obat generik berlogo dan generik bermerek yang diregistrasikan ke Badan POM wajib menunjukkan hasil uji BA/BE, yang artinya obat memiliki kesetaraan dengan obat inovator yang dijadikan pembanding.


Dari uraian di atas, jelaslah bahwa masyarakat tidak perlu khawatir terhadap kualitas obat generik berlogo. Harga yang murah tidak berarti kualitasnya di bawah obat generik bermerek ataupun obat inovator. Yang menjadi acuan dalam memilih obat adalah pastikan bahwa obat tersebut telah terdaftar pada Badan POM, yang artinya obat telah memenuhi persyaratan yang ditetapkan oleh pemerintah.


Salam Sehat,


Team Apotek Simas Sehat

  1. Download File :
  2. Obat Inovator dan Obat Generik

fb-share-button twt-share-button

Keranjangku
Belum Ada Data
Syarat dan Ketentuan :
  1. Pembelian produk minimal Rp50.000,- berlaku untuk pembayaran dengan menggunakan kartu debet dan kredit.
  2. Untuk pembayaran di tempat, tidak ada batasan minimal pembelian.
  3. Harga yang tercantum dapat berubah sewaktu-waktu.
  4. Produk yang telah dibeli tidak dapat dikembalikan
Layanan Apotek
Kegiatan bersama Apotek
Layanan Pelanggan