Tips Membuang Obat Kadaluarsa

Saat kita mendapatkan obat resep dari dokter, ada kalanya obat-obat tersebut tidak diminum sampai habis, kemudian kita simpan dengan tujuan untuk digunakan di lain waktu. Hal ini dapat dilakukan untuk obat yang hanya menyembuhkan gejala penyakit atau bukan antibiotik yang harus diminum sampai habis, misalnya obat penurun demam, obat antinyeri, dan lain-lain. Atau mungkin Anda termasuk orang yang senang menyimpan persediaan obat di rumah, untuk digunakan sewaktu-waktu pada saat dibutuhkan. Tidak ada yang salah dengan kebiasaan tersebut, tetapi yang perlu diperhatikan adalah penyimpanan dan masa kadaluarsa obat.


Obat yang sudah kadaluarsa tentu saja tidak dapat digunakan lagi, karena efektivitas obat sudah berkurang, atau bahkan dapat membahayakan, karena zat aktif obat telah berubah menjadi zat lain yang beracun. Oleh karena itu, sebaiknya Anda memeriksa secara berkala masa kadaluarsa obat-obat yang disimpan.


Lalu jika obat-obat yang disimpan sudah kadaluarsa, apa yang harus dilakukan? Membuangnya begitu saja di tempat sampah? Satu hal yang penting untuk diingat, hindarilah membuang obat utuh beserta kemasan atau wadahnya begitu saja di tempat sampah. Hal ini dikarenakan:



  • Obat yang dibuang di tempat sampah mungkin ditemukan dan diambil oleh pemulung, anak kecil, atau siapapun juga. Karena alasan tertentu, bukan tidak mungkin obat yang kadaluarsa tersebut digunakan oleh orang yang menemukannya, yang tentu saja akan membahayakan kesehatan.

  • Yang lebih membahayakan lagi adalah obat-obat yang dibuang di tempat sampah dapat disalahgunakan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab. Misalnya obat tablet dalam strip utuh dipungut, tanggal kadaluarsanya dihilangkan dan dicetak ulang, kemudian dijual. Atau botol dan kotak kemasan obat diisi ulang dengan obat palsu dan dijual kembali.


Untuk menghindari hal-hal tersebut di atas, berhati-hatilah pada saat membuang obat yang sudah kadaluarsa (termasuk vitamin, suplemen, dan obat herbal). Berikut ini beberapa tips yang berguna untuk membuang obat yang kadaluarsa dengan aman:



  1. Jika memungkinkan, kumpulkan obat-obatan yang sudah kadaluarsa dan titipkan pada apotek atau rumah sakit terdekat, karena pihak-pihak tersebut biasanya melakukan pemusnahan rutin terhadap stok obat yang kadaluarsa.

  2. Jika tidak dapat dititipkan ke apotek atau rumah sakit, ikutilah petunjuk pembuangan obat yang terdapat pada label atau brosur obat yang biasanya menyertai produk.

  3. Jika tidak terdapat petunjuk pembuangan obat yang spesifik, Anda dapat membuang obat dengan cara demikian:




    • Sebelum membuang obat, hilangkan terlebih dulu semua informasi yang terdapat pada etiket atau kemasan obat, misalnya nama obat, nama pasien, tujuan pengobatan, dan lain-lain. Hal ini untuk melindungi identitas dan kerahasiaan informasi kesehatan Anda.

    • Keluarkan obat dari kemasan aslinya. Misalnya obat tablet dikeluarkan dari strip atau blisternya (lebih baik lagi jika obat ditumbuk halus/dihancurkan), obat kapsul dikeluarkan dari cangkang kapsulnya, obat serbuk dikeluarkan dari sachet-nya, obat cair/sirup dikeluarkan dari botolnya, dan obat bentuk salep/krim dikeluarkan dari tube atau potnya.

    • Campurlah obat tersebut dengan bahan-bahan yang tidak diinginkan, misalnya air, garam, ampas kopi, pasir, atau kotoran. Tujuannya untuk menghindari obat diambil atau dimanfaatkan lagi.

    • Taruh campuran tersebut dalam wadah tertutup, misalnya dalam kantong plastik atau wadah lainnya yang dapat ditutup rapat dan disegel dengan kuat.

    • Kemasan asli obat juga sebaiknya dirusak dengan cara dirobek atau digunting-gunting, kemudian dimasukkan ke dalam wadah yang tertutup (tidak tembus pandang), ditutup dengan rapat dan disegel dengan kuat. Hal ini untuk menghindari penyalahgunaan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.

    • Buanglah ke tempat sampah.



 


Salam Sehat,


Team Apotek Simas Sehat

  1. Download File :
  2. Tips Membuang Obat Kadaluarsa

fb-share-button twt-share-button

Keranjangku
Belum Ada Data
Syarat dan Ketentuan :
  1. Pembelian produk minimal Rp50.000,- berlaku untuk pembayaran dengan menggunakan kartu debet dan kredit.
  2. Untuk pembayaran di tempat, tidak ada batasan minimal pembelian.
  3. Harga yang tercantum dapat berubah sewaktu-waktu.
  4. Produk yang telah dibeli tidak dapat dikembalikan
Layanan Apotek
Kegiatan bersama Apotek
Layanan Pelanggan