Waktu Minum Obat yang Efektif

Pada saat menebus resep, Anda mungkin memperhatikan di etiket atau plastik kemasan obat, ada keterangan mengenai kapan sebaiknya obat diminum. Atau mungkin Anda mendapatkan informasi tersebut dari dokter atau apoteker. Ada jenis obat yang dapat diminum setiap saat tanpa mempengaruhi efeknya. Sebaliknya, ada obat yang sebaiknya diminum pada saat-saat tertentu, misalnya sebelum makan, sesudah makan, pagi hari, malam hari, dan sebagainya. Waktu minum obat yang dianjurkan tersebut adalah waktu yang memberikan efek obat yang paling optimal.


Berikut ini adalah waktu minum obat yang dianjurkan untuk beberapa obat yang lazim digunakan:


1. Obat penurun kolesterol golongan statin, contoh: Simvastatin, Atorvastatin.



  • Waktu yang dianjurkan: Malam hari sebelum tidur.

  • Alasannya: Produksi kolesterol di liver paling banyak terjadi setelah tengah malam, jadi obat penurun kolesterol paling efektif diminum malam hari.


2.  Obat asma/sesak



  • Waktu yang dianjurkan: Untuk obat minum, sebaiknya diminum sore hari antara jam 15.00 - 16.00. Untuk obat yang dihirup (inhalasi), sebaiknya digunakan sore menjelang malam, antara jam 17.00 - 18.00.

  • Alasannya: Serangan asma paling sering terjadi pada malam hari. Jika obat diminum sorenya, obat akan memberikan efek paling optimal pada saat malam hari, sehingga dapat mencegah pasien terbangun dari tidurnya di malam hari akibat sesak.


3.  Obat penurun tekanan darah (obat hipertensi)



  • Waktu yang dianjurkan: Obat hipertensi biasanya dianjurkan diminum pada pagi hari. Ini dikarenakan ritme alami tekanan darah adalah mulai naik pada pagi hari, mencapai puncaknya pada tengah hari, dan menurun pada malam hari. Namun, penelitian terbaru menunjukkan bahwa meminum obat hipertensi pada malam hari sebelum tidur dapat menurunkan faktor risiko stroke, serangan jantung, dan penyakit ginjal.

  • Alasannya: Pada sebagian besar penderita hipertensi, tekanan darah tidak menurun pada malam hari. Hal ini dapat dikarenakan obat yang diminum pada pagi hari sudah berkurang efeknya pada malam hari. Padahal tekanan darah yang tidak menurun pada malam hari merupakan faktor risiko utama untuk stroke, serangan jantung, dan penyakit ginjal.

  • Saran: Berkonsultasilah terlebih dahulu dengan dokter mengenai waktu minum obat hipertensi yang tepat. Jangan mengubah sendiri jadwal minum obat Anda. Hal yang paling penting adalah pastikan Anda selalu ingat minum obat pada waktu yang teratur setiap harinya. Jika Anda menggunakan beberapa jenis obat hipertensi, konsultasikan dengan dokter, apakah salah satunya dapat diminum pada malam hari sebelum tidur. Dokter mungkin punya alasan khusus mengapa menganjurkan obat hipertensi diminum pagi hari. Misalnya, pasien lanjut usia harus berhati-hati jika meminum obat hipertensi pada malam hari, untuk menghindari turunnya tekanan darah yang berlebihan, yang dapat menyebabkan pasien terjatuh.


4.  Obat anti alergi



  • Reaksi alergi dipengaruhi oleh kadar histamin dalam tubuh, yaitu suatu zat kimia yang dihasilkan oleh sistem kekebalan tubuh kita sebagai reaksi terhadap penyebab alergi (alergen).

  • Waktu yang dianjurkan: Jika Anda diresepkan obat anti alergi (antihistamin) yang diminum dua kali sehari, minumlah pada pagi dan malam hari. Jika diresepkan obat yang diminum satu kali sehari, minumlah pada malam hari.

  • Alasannya: Alergi biasanya memburuk pada malam hari dan mencapai puncaknya pada pagi hari, ketika kadar histamin dalam tubuh berada pada kadar tertinggi. Obat anti alergi yang diminum satu kali sehari mencapai kadar puncak dalam darah sekitar 12 jam setelah diminum. Jadi jika obat diminum malam hari, akan dapat mengontrol gejala alergi pada pagi hari.


5.  Obat sakit maag (obat yang menurunkan produksi asam lambung)



  • Waktu yang dianjurkan: Obat yang menurunkan produksi asam lambung (seperti Ranitidine, Famotidine, atau Omeprazole, Lansoprazole, Pantoprazole) sebaiknya diminum 30 menit sebelum makan. Jika diresepkan dua kali sehari, minumlah pada pagi hari sebelum sarapan dan sebelum makan malam. Jika diresepkan satu kali sehari, minumlah 30 menit sebelum makan malam. Jika Anda sering mengalami gejala sakit maag pada malam hari atau tengah malam, obat dapat diminum sesaat sebelum tidur.

  • Alasannya: Lambung menghasilkan asam lambung paling banyak antara jam 10 malam sampai jam 2 dini hari. Meminum obat sebelum makan malam akan membantu mengontrol produksi asam lambung setelah makan dan selama malam hari, ketika produksi asam lambung paling banyak.


Masih banyak contoh obat-obat lainnya yang tidak cukup dibahas satu-persatu di halaman ini. Waktu minum obat yang efektif antara satu orang dengan orang lain juga mungkin berbeda, karena dipengaruhi pula oleh obat-obat lainnya yang dikonsumsi, serta penyakit atau kondisi kesehatan lain yang menyertai. Oleh karena itu, untuk mendapatkan efek obat yang optimal, pastikan Anda selalu berkonsultasi dengan dokter atau apoteker untuk mengetahui waktu minum obat yang efektif.


Salam Sehat,


Team Apotek Simas Sehat

  1. Download File :
  2. Waktu Minum Obat yang Efektif

fb-share-button twt-share-button

Keranjangku
Belum Ada Data
Syarat dan Ketentuan :
  1. Pembelian produk minimal Rp50.000,- berlaku untuk pembayaran dengan menggunakan kartu debet dan kredit.
  2. Untuk pembayaran di tempat, tidak ada batasan minimal pembelian.
  3. Harga yang tercantum dapat berubah sewaktu-waktu.
  4. Produk yang telah dibeli tidak dapat dikembalikan
Layanan Apotek
Kegiatan bersama Apotek
Layanan Pelanggan