Mengenal Hepatitis dan Vaksinnya

Hepatitis adalah penyakit peradangan pada hati/liver. Ada beberapa jenis hepatitis, tetapi yang dapat dicegah dengan vaksinasi hanyalah hepatitis A dan B.


Mari mengenal lebih jauh tentang penyakit hepatitis A dan B.


Bagaimana penyakit hepatitis dapat menyebar/menular?



  • Hepatitis A: Melalui kontaminasi kotoran/tinja dari penderita hepatitis A yang masuk ke mulut orang lain, misalnya melalui makanan/minuman yang terkontaminasi atau kontak dekat dengan orang yang terinfeksi.

  • Hepatitis B:  Kontak dengan darah, sperma, atau cairan tubuh lainnya dari penderita hepatitis B, misalnya: bayi yang lahir dari ibu yang terinfeksi, melalui hubungan seksual, menggunakan jarum suntik bersama-sama, atau luka akibat tusukan jarum atau alat tajam lainnya.


Apakah gejala infeksi akut hepatitis?


Gejala semua jenis hepatitis adalah serupa, dan dapat mencakup satu atau beberapa gejala berikut:



  • Demam

  • Rasa lelah

  • Hilangnya nafsu makan

  • Mual, muntah, nyeri perut

  • Urine seperti teh dan/atau kotoran berwarna dempul

  • Nyeri sendi

  • Jaundice (kulit dan mata menjadi kuning)


Apakah akibat fatal atau bahaya jangka panjang dari hepatitis?



  • Hepatitis A: Tidak berpotensi menjadi kronis. Sebagian besar penderita sembuh tanpa ada kerusakan liver dan jarang berakibat fatal.

  • Hepatitis B: Hepatitis B yang akut jarang berakibat fatal. Namun, sekitar 15-25% dari penderita hepatitis B kronis dapat berkembang menjadi penyakit liver kronis, termasuk kanker liver.


Test apa yang dapat dilakukan untuk mengetahui apakah kita terinfeksi hepatitis?



  • Hepatitis A: IgM anti HAV : jika nilainya positif, menandakan terinfeksi hepatitis A.

  • Hepatitis B: HBsAg : jika nilainya positif, menandakan terinfeksi hepatitis B.


Test apa yang dapat dilakukan untuk mengetahui apakah kita sudah pernah divaksin, atau sudah kebal terhadap hepatitis?



  • Hepatitis A: IgG anti HAV : Jika nilainya positif, menandakan telah memiliki kekebalan terhadap hepatitis A, bisa karena pernah terinfeksi hepatitis A sebelumnya, atau sudah pernah divaksin.

  • Hepatitis B: Anti-HBs : Jika nilainya >10 mikroliter, menandakan sudah memiliki kekebalan terhadap hepatitis B dan tidak perlu divaksin lagi.


Cara terbaik untuk mencegah hepatitis adalah dengan vaksinasi.


Siapa saja yang direkomendasikan untuk menerima vaksin hepatitis?



  • Hepatitis A:



  1. Semua anak pada usia 12-23 bulan.

  2. Dianjurkan untuk semua individu, dengan perhatian khusus bagi pelancong/turis dan orang yang bekerja menangani makanan (food handler).

  3. Orang yang tinggal di lingkungan dengan tingkat kejadian hepatitis A yang tinggi, atau sedang terjadi wabah hepatitis A.

  4. Orang yang melakukan perjalanan atau bekerja di negara dengan tingkat penyebaran hepatitis A yang tinggi, seperti Amerika Tengah atau Selatan, Meksiko, Asia (kecuali Jepang), Afrika, dan Eropa Timur.

  5. Pengguna narkoba, penderita penyakit liver kronis, atau pasien yang diterapi dengan obat untuk pembekuan darah.



  • Hepatitis B:



  1. Bayi baru lahir sebaiknya menerima vaksin hepatitis B sebanyak 3 kali suntik (saat lahir, usia 1-2 bulan, dan usia 6-18 bulan).

  2. Tenaga kesehatan atau orang yang dalam bekerja banyak berhubungan dengan darah atau cairan tubuh manusia.

  3. Pasien dengan gangguan liver atau ginjal kronis, pasien yang sering menerima transfusi darah, dan pasien dengan gangguan sistem kekebalan tubuh (misalnya pasien AIDS).

  4. Orang yang kontak dengan penderita hepatitis B, atau yang melakukan perjalanan ke negara dengan tingkat kejadian hepatitis B yang tinggi.

  5. Pengguna narkoba, orang dengan partner seksual lebih dari satu, atau pria yang melakukan hubungan seksual dengan pria.


Siapa saja yang TIDAK boleh menerima vaksin hepatitis?



  • Orang yang alergi dengan komponen vaksin, atau yang sebelumnya pernah menunjukkan reaksi alergi yang serius setelah menerima vaksin hepatitis.

  • Vaksin sebaiknya ditunda pemberiannya pada individu yang sedang demam tinggi/sakit akut.

  • Wanita hamil dan menyusui (karena data keamanannya masih terbatas).


Apa efek samping yang mungkin timbul setelah divaksin hepatitis?


Vaksin hepatitis umumnya aman dan dapat ditoleransi dengan baik. Efek samping yang terjadi biasanya ringan dan akan membaik setelah 1-2 hari, meliputi:



  1. Kemerahan atau rasa sakit pada tempat suntikan.

  2. Demam, sakit kepala, dan rasa lelah.

  3. Gangguan pencernaan seperti mual, nafsu makan berkurang.


Jika efek samping dirasakan mengganggu atau bertambah berat, segeralah konsultasikan ke dokter.


Bagaimana cara pemberian vaksin hepatitis?


Vaksin hepatitis disuntik secara intramuskular (di bawah otot), pada orang dewasa biasanya di lengan bagian atas.


 


Ada berbagai nama dagang untuk vaksin hepatitis A dan B. Salah satunya, perusahaan farmasi Glaxo Smith Kline (GSK) memiliki 3 jenis vaksin hepatitis yaitu:


1. Vaksin Hepatitis A : Havrix®



  • Indikasi: Havrix Junior untuk usia 2-15 tahun, Havrix Adult untuk usia > 16 tahun.

  • Jadwal vaksin:  2 kali suntik (0 bulan dan 6-12 bulan).

  • Lama perlindungan: 20 tahun.


2. Vaksin Hepatitis B : Engerix B®



  • Indikasi: Engerix Junior untuk usia < 10 tahun, Engerix Adult untuk usia > 10 tahun.

  • Jadwal vaksin: 3 kali suntik (0, 1 dan 6 bulan).

  • Lama perlindungan: 20 tahun.


3. Vaksin Kombinasi Hepatitis A dan B : Twinrix®



  • Indikasi: Mulai dari usia 2 tahun ke atas.

  • Jadwal vaksin: Usia 2-15 tahun: 2 kali suntik (0 bulan dan 6-12 bulan). Usia > 15 tahun: 3 kali suntik (0, 1, dan 6-14 bulan).

  • Lama perlindungan: 20 tahun.


 


Salam Sehat,


Team Apotek Simas Sehat

  1. Download File :
  2. Mengenal Hepatitis dan Vaksinnya

fb-share-button twt-share-button

Keranjangku
Belum Ada Data
Syarat dan Ketentuan :
  1. Pembelian produk minimal Rp50.000,- berlaku untuk pembayaran dengan menggunakan kartu debet dan kredit.
  2. Untuk pembayaran di tempat, tidak ada batasan minimal pembelian.
  3. Harga yang tercantum dapat berubah sewaktu-waktu.
  4. Produk yang telah dibeli tidak dapat dikembalikan
Layanan Apotek
Kegiatan bersama Apotek
Layanan Pelanggan