Mencegah Resistensi Antibiotik

Antibiotik adalah obat yang digunakan untuk mengobati infeksi yang disebabkan oleh bakteri penyebab penyakit. Antibiotik ada yang digunakan secara oral (diminum, dalam bentuk tablet atau kapsul), injeksi/suntikan, dan ada pula antibiotik untuk pemakaian luar, misalnya tetes mata dan salep kulit.


Masalah yang sering terjadi dewasa ini adalah penggunaan antibiotik yang tidak tepat, yang dapat menyebabkan resistensi antibiotik. Resistensi antibiotik artinya suatu antibiotik tidak mampu lagi membasmi bakteri, karena bakteri menjadi kebal (resisten).


Apa penyebab resistensi antibiotik?



  1. Menggunakan antibiotik untuk mengobati penyakit yang bukan disebabkan oleh infeksi bakteri. Kekeliruan yang sering dilakukan sebagian besar orang adalah menggunakan antibiotik untuk mengobati infeksi yang disebabkan oleh virus, contohnya influenza/flu. Penyakit influenza umumnya tidak memerlukan antibiotik, kecuali jika sudah terjadi infeksi sekunder* oleh bakteri. Semakin sering seseorang menggunakan antibiotik secara tidak tepat, risiko resistensi juga semakin meningkat.

  2. Menggunakan antibiotik tidak sesuai dengan dosis atau aturan pakai yang diresepkan Dokter. Antibiotik harus digunakan sampai selesai satu periode terapi, biasanya berkisar antara 3-7 hari, tergantung jenis dan tingkat keparahan infeksi. Namun, seringkali pasien berhenti menggunakan antibiotik jika merasa kondisinya sudah membaik. Hal seperti inilah yang dapat memicu resistensi antibiotik.


Keterangan: *Infeksi sekunder = infeksi baru yang muncul selama atau setelah pengobatan infeksi yang sudah lebih dulu ada. Penyebab infeksi sekunder berbeda dengan infeksi awal. Contoh: infeksi saluran pernafasan oleh virus dapat berkembang menjadi penyakit radang paru-paru (pneumonia) akibat infeksi bakteri.


 


Apa akibat dari resistensi antibiotik?



  1. Penyakit menjadi lebih parah atau sulit diobati.

  2. Pengobatan memerlukan waktu lebih lama.

  3. Biaya pengobatan menjadi lebih mahal, karena diperlukan antibiotik atau obat lain yang lebih kuat untuk membasmi bakteri yang resisten.

  4. Bakteri yang sudah resisten dapat menulari atau menjangkiti orang lain, sehingga masalah kesehatan menjadi lebih kompleks.


Resistensi antibiotik menjadi masalah yang sangat serius di seluruh dunia. Organisasi Kesehatan Dunia WHO menyerukan kampanye global untuk meningkatkan kesadaran masyarakat umum, pembuat kebijakan, serta tenaga kesehatan profesional terhadap masalah resistensi antibiotik ini.


WHO mencanangkan tanggal 16 - 22 November 2015 sebagai Minggu Kepedulian Antibiotik Sedunia (World Antibiotic Awareness Week). Tema kampanyenya adalah "Antibiotic: Handle With Care". Tema ini mencerminkan pesan menyeluruh bahwa antibiotik adalah sumber daya yang berharga dan harus ditangani dengan tepat. Antibiotik harus digunakan untuk mengobati infeksi bakteri, hanya jika diperlukan dan diresepkan oleh tenaga kesehatan profesional. Antibiotik tidak boleh diberikan secara bebas, dan pengobatan menggunakan antibiotik juga harus tuntas.


Sebagai individu yang peduli terhadap kesehatan, kita juga dapat membantu untuk mencegah meluasnya resistensi antibiotik. Bagaimana cara mencegah resistensi antibiotik?



  1. Gunakanlah antibiotik hanya jika diresepkan oleh Dokter. Hindari membeli sendiri antibiotik di apotek atau toko obat untuk mengobati penyakit yang belum tentu disebabkan oleh bakteri.

  2. Gunakanlah antibiotik sesuai aturan pakai sampai habis. Jangan menghentikan sendiri pengobatan, walaupun kondisi Anda sudah membaik.

  3. Gunakanlah antibiotik secara teratur pada waktu yang sama setiap harinya. Jika aturan pakai antibiotik adalah 3 kali sehari, gunakan setiap 8 jam, dan jika 2 kali sehari, gunakan setiap 12 jam.

  4. Jangan menyisakan/menyimpan antibiotik dengan maksud untuk digunakan lain waktu jika sakit lagi. Walaupun gejala yang dialami hampir sama, belum tentu penyebabnya sama. Lebih baik konsultasikan ke Dokter untuk memastikan pengobatan yang paling tepat.

  5. Hindari pula menggunakan antibiotik yang diresepkan untuk orang lain atau memberikan antibiotik Anda kepada orang lain, walaupun gejala yang dirasakan hampir sama. Pengobatan yang tidak tepat bisa membuat penyakit bertambah parah.


 


Salam Sehat,


Team Apotek Simas Sehat

  1. Download File :
  2. Mencegah Resistensi Antibiotik

fb-share-button twt-share-button

Keranjangku
Belum Ada Data
Syarat dan Ketentuan :
  1. Pembelian produk minimal Rp50.000,- berlaku untuk pembayaran dengan menggunakan kartu debet dan kredit.
  2. Untuk pembayaran di tempat, tidak ada batasan minimal pembelian.
  3. Harga yang tercantum dapat berubah sewaktu-waktu.
  4. Produk yang telah dibeli tidak dapat dikembalikan
Layanan Apotek
Kegiatan bersama Apotek
Layanan Pelanggan