Hidrokel Pada Anak Umur 3 Tahun

Tanya :

Selamat siang Dokter,

Anak saya saat ini berusia 3 tahun dan di Diagnosa Dokter dengan Hydrocele, saya ingin bertanya tentang pengobatan ini :

  1. Apakah ada cara lain selain operasi?

  2. Masa observasi untuk memutuskan operasi atau tidak itu berapa lama Dok?

  3. Jika misal hydrocele tidak ada perubahan selama 1 tahun dan tidak terlalu besar apakah perlu di operasi?

  4. Jika tidak perlu operasi atau tidak merasakan nyeri pada hydrocele tidak di lakukan operasi berbahaya atau tidak jika di biarkan saja?Terima kasih

XXXXX XXXX (32 tahun)
LIA_XXXXX@GMAIL.COM
Tinggi Badan : 153 cm, Berat Badan : 53 kg

Jawab :

Salam sehat Ibu LL,

Hidrokel adalah terdapatnya cairan (selain testis) didalam rongga scortum anak, cairan ini berasal dari rongga perut saat bayi dalam kandungan pada proses turunya testis ke dalamkantong skortum. Cairan ini seharusnya secara normal akan menghilang saat anak berusia 1 tahun sampai 1 setengah tahun.

Bayi yang lahir prematur lebih ber - resiko memiliki hidrokel.

Hidrokel ada dua jenis :

Jika anak memiliki jenis Communicating Hydrocel, maka tindakan operasi harus segera dilakukan.

Untuk hidrokel yang baru diketahui setelah anak berusia diatas 2 tahun, maka Dokter akan melakukan observasi dulu selama 6 bulan apakah cairan dapat diserap kembali oleh tubuh atau tidak.

Bila setelah 6 bulan, hidrokel bertambah besar, dan menimbulkan rasa sakit (hidrokel Persisten) pada anak maka sebaiknya segera dilakukan tindakan operasi.

Tujuan pengobatan atau operasi adalah :

Dua jenis tindakan yang direkomendasikan untuk hidrokel yaitu :

  1. Tindakan operasi hidrokel atau dikenal dengan nama Hidrokelektomi adalah tindakan sederhana dan singkat, yang sudah umum dilakukan oleh Dokter Spesialis Bedah (SpB) atau Dokter Spesialis Bedah Anak (SpBA). Anak akan dibius umum, kemudian Dokter Bedah akan membuat sayatan kecil di skrotum atau bawah perut, mengeluarkan cairan dan menjahit kembali luka sayatan tsb. Setelah sadar anak dapat dupulangkan dengan menjaga luka tetap kering dan bersih, setelah seminggu lakukan kontrol ke Dokter Bedah untuk memastikan luka anak sembuh dengan sempurna.

  2. Salah satu metode minimal invasif yaitu metode aspirasi-skleroterapi. Pada metode ini, dilakukan aspirasi cairan hidrokel (menyedot cairan tanpa disayat) dan disuntikkan zat sklerotik (tetrasiklin, natrium tetra desil sulfat atau urea) agar mukosa menjadi kering dan terjadi perlengketan. Metode ini mudah dan aman dilakukan, namun efektivitas dan kepuasan pasien terhadap terapi lebih rendah dibandingkan tindakan pembedahan.

Bila hidrokel tidak dioperasi maka, tidak ada masalah dengan kesuburan anak kelak, namun hidrokel dapat merupakan tanda munculnya penyakit lain seperti :

Selain itu akanmenimbulkan rasa malu dan tidak percaya diri pada anak dikemudian hari.

Sebaiknya tidak menunggu lama untuk berkunjung ke Dokter dan berkonsultasi lebih lanjut.

Salam Sehat,

Team Dokter Simas Sehat

Layanan