gbr gbr

Pengobatan Rumahan Jika Mengalami Keputihan Saat Hamil

Tanya :

Hallo dok izin bertanya,

Keputihan saat hamil apakah bahaya atau tidak ?, kalau bahaya apakah ada saran untuk mencegah dan mengurangi keputihan selama hamil ini dirumah ?

terima kasih

 

UMMIL (22 tahun)

Ummilkhair61949@gmail.com

Tinggi Badan : 161 cm, Berat Badan : 70 kg

 

Jawab :

Salam sehat Ibu Umm,

Keputihan selama kehamilan sangat umum terjadi  dan dalam kebanyakan kasus, tidak berbahaya .
Namun, terkadang keputihan bisa menjadi tanda infeksi atau komplikasi lain jika warna, bau, atau konsistensinya berubah .

Keputihan Normal Saat Hamil

Seperti apa itu:

  • Warna: Bening, putih, atau sedikit susu

  • Tekstur: Tipis atau sedikit lengket

  • Bau: Ringan atau tidak berbau

  • Fungsi: Membantu mencegah infeksi dengan membersihkan vagina secara alami dan menjaga keseimbangan bakteri yang sehat.

Kondisi ini meningkat karena perubahan hormonal (terutama estrogen) dan peningkatan aliran darah ke area panggul hal ini sepenuhnya normal dan sehat .

Kapan Keputihan Bisa Berbahaya

Segera temui dokter Kandungan (SpOG) jika melihat salah satu perubahan berikut:

  1. Keluarnya cairan berwarna kuning, hijau, atau abu-abu : dapat mengindikasikan infeksi (misalnya, vaginosis bakterial, trikomoniasis).

  2. Keputihan yang kental, berwarna putih, dan menyerupai keju cottage : dapat mengindikasikan infeksi jamur (kandidiasis) .

  3. Keluarnya cairan dengan bau yang kuat, tidak sedap atau amis.

  4. Keluarnya darah (tidak berhubungan dengan implantasi awal atau mendekati persalinan).

  5. Keluarnya cairan encer yang terus menerus : bisa jadi merupakan tanda adanya kebocoran cairan ketuban (perlu segera diperiksa).

  6. Disertai rasa gatal, terbakar, nyeri saat buang air kecil, atau kemerahan/bengkak.

Tips Perawatan & Pencegahan di Rumah

Berikut cara sederhana untuk mengurangi dan mencegah keputihan atau infeksi selama kehamilan dengan aman:

  1. Jaga area vagina tetap bersih dan kering.

    • Cuci setiap hari dengan air bersih; gunakan sabun lembut dan tanpa pewangi jika perlu.

    • Hindari melakukan douching atau memakai semprotan kewanitaan karena dapat mengganggu pH alami.

  2. Kenakan pakaian dalam yang menyerap keringat.

    • Gunakan pakaian dalam berbahan katun, hindari celana ketat dan kain sintetis.

    • Ganti pakaian dalam jika lembap.

  3. Ganti panty liner secara berkala (jika digunakan).

    • Jangan gunakan pembalut atau panty liner yang beraroma.

  4. Tetap terhidrasi

    • Minum cukup air membantu tubuh Anda mengatur sekresi secara alami.

  5. Makan makanan kaya probiotik

    • Yogurt dengan kultur hidup, kefir, atau suplemen probiotik (yang disetujui dokter Kandungan) membantu menjaga flora vagina yang sehat.

  6. Hindari antibiotik yang tidak perlu

    • Minumlah hanya obat yang diresepkan oleh dokter kandungan, karena antibiotik dapat memicu infeksi jamur.

  7. Praktikkan kebersihan yang aman

    • Selalu bersihkan dari depan ke belakang setelah buang air kecil atau besar untuk menghindari penyebaran bakteri.

Kapan Harus ke Dokter

Ibu harus segera mengunjungi dokter kandungan (OBGYN) jika:

  • Keputihan berubah warna atau bau.

  • Merasa gatal, nyeri, atau sakit di area vagina.

  • Mencurigai adanya kebocoran cairan atau infeksi.

Dokter Kandungan akan dapat dengan aman meresepkan obat antijamur atau antibakteri yang cocok untuk kehamilan.

Ringkasan

Keputihan selama kehamilan adalah hal yang normal  ini adalah cara tubuh Ibu melindungi jalan lahir.
Namun, jika berubah warna, berbau, gatal, atau berair , hal ini bisa menandakan infeksi atau kebocoran cairan , dan Ibu harus segera mencari pertolongan medis.
Kebersihan yang baik, pakaian yang menyerap keringat, hidrasi, dan probiotik dapat membantu mengendalikannya.

Salam sehat,

Team Dokter Simas Sehat