gbr gbr

Penyebab Kepala Bayi Tetap Hangat Walau Demam Sudah Sembuh

Tanya :

Dok, mohon ijin bertanya..

Ini anak saya usia 20 bulan pilek sudah 2 minggu lebih, tapi semenjak kamis kemarin demam dan suhu badannya sudah turun tapi kepalanya mengapa tetap terasa panas ya ?. Kemarin langsung periksa ke dokter spesialis anak (DSA), katanya mungkin efek dari pileknya..apakah ini hal yang benar dan normal ? apakah yang dapat saya lakukan di rumah ?

terima kasih

 

STELLA PRATICA (29 tahun)

stellapratica11@gmail.com

Tinggi Badan : 153 cm, Berat Badan : 53 kg

 

Jawab :

Salam sehat Bapak / Ibu,

Ya, umumnya normal bagi kepala balita untuk terasa hangat bahkan setelah demam dan suhu tubuhnya turun  terutama setelah pilek yang berlangsung lebih dari 2 minggu. Hal ini sering kali disebabkan oleh kombinasi pemulihan pasca-virus, peradangan sinus yang masih ada, dan distribusi panas alami pada balita.

Mengapa Kepala Anak Bapak / Ibu Mungkin Masih Terasa Panas

  1. Konsentrasi Panas Alami di Kepala
    Balita sering kali memiliki aliran darah lebih banyak ke kepala dan wajah, membuat mereka merasa lebih hangat bahkan ketika bagian tubuh lainnya normal.

  2. Efek Pasca-virus
    Setelah pilek berkepanjangan, sinus dan saluran pernapasan atas mungkin masih sedikit meradang, menghasilkan rasa hangat terutama di sekitar dahi atau kulit kepala.

  3. Peradangan Tingkat Rendah yang Tersisa
    Bahkan jika suhu tubuh di bawah 37,5°C (99,5°F), sistem kekebalan tubuh mungkin masih aktif, menghasilkan kehangatan.

  4. Tumbuh gigi (jika ada)
    Pada usia 20 bulan, gigi geraham mungkin mulai tumbuh, yang dapat menyebabkan kepala terasa hangat atau panas lokal ringan.

Apa yang Dapat Bapak / Ibu Lakukan di Rumah

1. Pantau Suhu

  • Gunakan termometer digital (ketiak atau telinga).

  • Suhu di bawah 37,5°C (99,5°F) adalah normal.

  • Tangan yang hangat dapat secara keliru mengartikan demam : sebaiknya andalkan pembacaan termometer.

2. Pastikan Hidrasi yang Tepat

  • Tawarkan air putih, sup hangat, atau jus buah encer.

  • Cairan hangat membantu mengencerkan lendir dan memudahkan pernapasan.

3. Dorong anak untuk beristirahat dan bermain dengan tenang

  • Biarkan dia tidur siang sesuai kebutuhan dan hindari paparan angin atau suhu ekstrem di luar ruangan.

4. Melembabkan Udara

  • Gunakan pelembap udara atau letakkan semangkuk air hangat di dekat tempat tidur (dengan pengawasan).

  • Ini membantu meringankan pernafasan dan menjaga saluran hidung tetap lembap.

5. Berpakaianlah dengan bahan yang Ringan

  • Hindari berpakaian berlebihan. Gunakan pakaian yang menyerap keringat (katun).

  • Pemakaian berlapis-lapis dapat memerangkap panas tubuh.

6. Membersihkan Hidung (jika masih tersumbat)

  • Gunakan semprotan atau tetes garam + hisapan lembut.

  • Tinggikan sedikit bagian kepala tempat tidur bayi untuk memudahkan pernapasan.

Kapan Harus Kembali ke Dokter Anak :

Hubungi atau kunjungi kembali dokter anak  jika:

  • Kepala tetap panas selama lebih dari 5 hari pasca demam.

  • Demam baru muncul (di atas 38°C / 100.4°F).

  • Bayi menunjukkan tanda-tanda menarik telinganya, lesu, nafsu makan berkurang, atau mudah tersinggung.

  • Terjadi batuk, muntah, atau ruam yang semakin parah.

Salam sehat,

Team Dokter Simas Sehat